Rabu, 04 April 2012
Boneka Kardus dari Jepang bernama DANBO
Ada boneka kardus yang pas itu gue liat di Display Picture temen BBM gue. Jadi gue pingin bahas ni boneka
DANBO adalah kependekan dari Danboard, dibuat dari kertas karton board. Boneka ini adalah kreasi dari Azuma Kiyohiko seorang komikus serial manga Yotsuba. Bentuk boneka ini sangat unik, yaitu action figure dengan penampilan seperti manusia dengan ukuran mini 7 cm dan 13 cm. Siapa pun pasti akan merasa gemas ketika melihat si Danbo ini. Bagaimana tiak DANBO dapat digerakkan secara manual dan dibentuk dengan berbagai macam gaya unik. Perusahaan yang membuatnya menggunakan teknologi tinggi disetiap persendiaan boneka ini sehingga membuatnya mampu bergerak lues. Ekspresi dari si kardus imut ini menjadi daya tarik utama . Danbo sendiri di jepang dijual dengan harga mulai dari 5000 yen atau sekitar Rp. 500.000 rupiah per bijinya. Dalam serial manganya danbo mungil ini dapat bergerak ketika ada koin yang dimasukan kedalam mulutnya..
Resep Sop Buah Segar
Buka puasa buat anaka kos itu susah-susah gampang. Pengen beli ini itu tapi kehimpit budget. Jadi, menurut pengalaman gue nge kos, mending bikin minuman sendiri aja kalo mau banyak dan segar tentunya.
Bahan-bahan:
- 300 ml air
- 75 gr gula pasir
- 1 buah jeruk nipis, ambil airnya aja
- 50 gr semangka potong kecil-kecil
- 25 gr strawberry potong kecil-kecil
- 50 gr melon , dibulat2in pake alat macem sendok itu
- 1/2 sdt selasih yang sudah mekar
- Es batu secukupnya aja, bisa diserut atao dipecahin aja
Cara buatnya:
1. rebus air, gula pake api kecil aja sampe mendidih, lalu dinginkan
2. Tuang rebusan air tadi ke dalam gelas berisi semangka dan melon
3. Tambahkan selasih dan sedikit air jeruk nipis
4. Tambahkan es batu dan kalo mau tambahin susu kental manis sesuai selera
Resep Rolade Daging
Bahan-Bahan Rolade Daging
- 300 gram daging sapi cincang
- 1 sdt bawang putih yang sudah dihaluskan
- 1 sdt garam
- 1 sdt merica halus
- 5 lembar dadar telur untuk pembungkus
- 1 butir telur untuk melumuri rolade
Bahan Pelengkap
- 500 gram kentang direbus/dibakar, belah, tambahkan 1 sdt cream cheese
- 300 gram wortel potong-potong, lalu rebus dengan sedikit garam
- 300 gram buncis potong-potong, lalu rebus dengan sedikit garam
- Tomat, timun, dan saus sambal sesuai selera
Bahan Saus
- 3 sdm margarin
- 500 ml kaldu sapi
- 1/2 sdt pala bubuk
- 1 sdt merica bubuk
- 2 sdm tepung maizena
- 1/2 butir bawang bombay, cincang kasar
- Garam secukupnya
Cara Membuat Rolade Steak
- Campur daging dengan bawang putih, garam dan merica sampai rata, bagi menjadi 5 bagian, masing-masing dibungkus dalam telur dadar, lalu kukus ± 30 menit.
- Setelah dingin, gulingkan dalam 1 butir telur dan goreng dalam minyak yang agak banyak sampai berwarna kecokelatan, angkat. Hidangkan dengan kentang bakar, diberi cream cheece atasnya, setup sayuran, tomat, timun dan saus cabe (kalo suka aja sih).
Galau adalah.......
Ya inilah sebagian tweet galau gue, kadang kalo galau maksimal suka muncul semua kata2 aneh bin galau ini....
Enjoy ajah :)
Enjoy ajah :)
Minggu, 01 April 2012
Untuk Wanita Paling Tangguh. Dari Perempuan Paling Merasa
Manusia sepertiku mungkin manusia yang paling merasa. Merasa paling
benar, merasa paling dewasa, merasa paling tertindas, merasa paling
tidak beruntung, merasa paling hina, merasa paling pintar, merasa paling
segala-galanya. Tapi ternyata… Tak seindah dan seburuk yang otakku
bayangkan. Diriku bukan seperti itu. Tamparan kata-kata adalah salah
satu tamparan paling mujarab yang diberikan orang tua kepada anaknya.
Tak perlu mereka menggunakan sapu untuk mengejar-ngejarku dan setelah tertangkap dipukuli sampai babak belur dan merintih kesakitan.
Tak perlu mereka menyulutkan korek api ke bajuku sehingga aku terbakar dan tak bernyawa dan berakhir di rumah masa depan
Tak perlu mereka melempariku dengan batu bata ataupun alas kaki sehingga tumbuh benjolah di kepalaku
Semua tak perlu…hanya satu kalimat yang tak begitu panjang yang cukup membuatku menangis sepanjang malam tak ada sela
“Mama sayang sama mbak, dan mama ingin semua yang terbaik buat mbak”
Cuma satu kalimat itu yang mampu membangunkan ingatanku selama 21 tahun terakhir. Dimana aku selalu merasa paling segalanya. Tak ada tangis di kedua mata Ibu. Hanya kata. Hanya elusan. Hanya kesabaran seorang Ibu yang mampu menamparku sebegitu kencang.
Tak perlu aku menimpali apapun yang dikatakan Ibu. Hanya kata “Iya” yang ingin Ibu dengar.
Tak perlu aku berjuang mempertahankan argumenku seperti di bangku kuliah yang sedang berdebat demi mendapat nilai keaktifan. Hanya kata “iya” yang ingin mereka dengar.
Aku mungkin hanyalah seorang perempuan 21 tahun yang belum tahu dunia. Aku juga bukan perempuan jago debat. Aku bahkan bukan perempuan yang tanguh. Aku bukan perempuan yang mampu mengungkapkan semua hal lewat kata karena aku bukan pujangga . Tapi aku perempuan yang ekspresif *kata pacarku*
Semua hal akan terpancar di wajahku tanpa harus berkata panjang lebar. Aku mungkin hanya akan menangis bila aku merasa sangat terpojok.
Aku bukan perempuan kata-kata. Banyak hal yang ingin aku sampaikan padamu Ibu. Banyaaaakkk sekali. Tapi mulut ini serasa terkunci oleh sesenggukan tangis yang mencekik.
Tak ada kata yang terucap karena hanya ada tangis yang sudah sekuat tenaga aku menahannya dengan peluh. Maka tolong jangan bilang aku cengeng, Ibu. Hatiku teriris mendengarnya.
Takkan ada kata-kata bijak yang terucap dari mulutku. Maka mohon jangan bilang aku tidak dewasa, Ibu. Hatiku teriris mendengarnya
Tak ada kata-kata pasti yang akan aku katakana untuk sebuah keputusan. Maka tolong jangan bilang aku tidak tegas. Hatiku teriris mendengarnya, Ibu
Semua tak aka nada kata-kata Ibu. Tak ada. Karena kata-kata itu terukir jelas di hatiku yang tak mampu aku melontarkan semuanya. Kata-kata tak terucap itu hanya akan keluar dengan tetes air dari mata, sikap yang kekanak-kanakan, dan kebimbangan yang terpancar jelas dari raut mukaku.
Ibu, ingin kusampaikan kata-kata tak terucap itu. Aku sayang Ibu dengan segenap hatiku. Bukan gengsi, bukan juga malu untuk mengungkapkan. Hanya saja kata-kata itu tak mampu keluar. Mungkin karena hatiku belum merasa pantas untuk mengatakan kata “sayang” yang sama dengan yang kau katakana, Ibu. Karena bobot kata “sayang” itu sangatlah jauh berbeda. Kata sayang yang aku lontarkan mungkin bisa diibaratkan dengan hanya akan setara dengan minyak yang melayang diatas air karena massa nya lebih besar air yang mungkin diibaratkan setara dengan kata sayangmu.
Ibu, Hatiku memang sering teriris karena nasehat-nasehatmu yang selalu membuatku terpojok tapi melihat air yang menetes dari sela matamu, membuat hatiku teriris lebih dalam dan serasa luka iris itu tertabur dengan garam.perih.
Ibu, aku memang cengeng, tapi aku tau Ibu lebih cengeng dari aku karena aku tau Ibu selalu menitihkan air mata ditiap malam saat kau berhadapan dengan-Nya di solat malammu. Hanya Ibu yang menangis lebih banyak dariku.
Ibu, aku memang tidak dewasa, tapi aku tau Ibu lebih tidak dewasa karena aku tau Ibu ingin aku sayang, aku cium, aku peluk. Rasa yang diinginkan tiap anak kecil. Disayang.
Ibu, aku memang tidak realistis, tapi aku tau Ibu lebih tidak realistis karena aku tau Ibu menginginkan aku menjadi realistis dan tidak terkurung dalam angan-angan. Karena mungkin aku menjadi realistis adalah hal paling tidak realistis bagimu.
Tapi, Ibu , aku tau Ibu menahan untuk tidak memperlihatkan ketidak engengan, ketidakdewasaan,dan ketidakrealistisan Ibu saat di depanku. Hal itu sangatlah sulit Ibu. Hanya satu kata yang dapat melukiskanmu Ibu. TANGGUH.
Ibu Tangguh untuk menahan semua rasa kekecewaan Ibu terhadapku. Aku berterimakasih atas ketangguhan Ibu. Aku akan berusaha berkata-kata daripada hanya menulis. Andai Ibu membaca ini, aku harap Ibu mengerti atas sikapku selama 21 tahun ini. .Suatu saat nanti hatiku akan merasa pantas untuk mengutarakan kata-kata itu lewad mulutku. Suatu saat Ibu, tunggulah aku mengatakannya dengan sepenuh hatiku. . . .
Aku Sayang Ibu.
Tak perlu mereka menggunakan sapu untuk mengejar-ngejarku dan setelah tertangkap dipukuli sampai babak belur dan merintih kesakitan.
Tak perlu mereka menyulutkan korek api ke bajuku sehingga aku terbakar dan tak bernyawa dan berakhir di rumah masa depan
Tak perlu mereka melempariku dengan batu bata ataupun alas kaki sehingga tumbuh benjolah di kepalaku
Semua tak perlu…hanya satu kalimat yang tak begitu panjang yang cukup membuatku menangis sepanjang malam tak ada sela
“Mama sayang sama mbak, dan mama ingin semua yang terbaik buat mbak”
Cuma satu kalimat itu yang mampu membangunkan ingatanku selama 21 tahun terakhir. Dimana aku selalu merasa paling segalanya. Tak ada tangis di kedua mata Ibu. Hanya kata. Hanya elusan. Hanya kesabaran seorang Ibu yang mampu menamparku sebegitu kencang.
Tak perlu aku menimpali apapun yang dikatakan Ibu. Hanya kata “Iya” yang ingin Ibu dengar.
Tak perlu aku berjuang mempertahankan argumenku seperti di bangku kuliah yang sedang berdebat demi mendapat nilai keaktifan. Hanya kata “iya” yang ingin mereka dengar.
Aku mungkin hanyalah seorang perempuan 21 tahun yang belum tahu dunia. Aku juga bukan perempuan jago debat. Aku bahkan bukan perempuan yang tanguh. Aku bukan perempuan yang mampu mengungkapkan semua hal lewat kata karena aku bukan pujangga . Tapi aku perempuan yang ekspresif *kata pacarku*
Semua hal akan terpancar di wajahku tanpa harus berkata panjang lebar. Aku mungkin hanya akan menangis bila aku merasa sangat terpojok.
Aku bukan perempuan kata-kata. Banyak hal yang ingin aku sampaikan padamu Ibu. Banyaaaakkk sekali. Tapi mulut ini serasa terkunci oleh sesenggukan tangis yang mencekik.
Tak ada kata yang terucap karena hanya ada tangis yang sudah sekuat tenaga aku menahannya dengan peluh. Maka tolong jangan bilang aku cengeng, Ibu. Hatiku teriris mendengarnya.
Takkan ada kata-kata bijak yang terucap dari mulutku. Maka mohon jangan bilang aku tidak dewasa, Ibu. Hatiku teriris mendengarnya
Tak ada kata-kata pasti yang akan aku katakana untuk sebuah keputusan. Maka tolong jangan bilang aku tidak tegas. Hatiku teriris mendengarnya, Ibu
Semua tak aka nada kata-kata Ibu. Tak ada. Karena kata-kata itu terukir jelas di hatiku yang tak mampu aku melontarkan semuanya. Kata-kata tak terucap itu hanya akan keluar dengan tetes air dari mata, sikap yang kekanak-kanakan, dan kebimbangan yang terpancar jelas dari raut mukaku.
Ibu, ingin kusampaikan kata-kata tak terucap itu. Aku sayang Ibu dengan segenap hatiku. Bukan gengsi, bukan juga malu untuk mengungkapkan. Hanya saja kata-kata itu tak mampu keluar. Mungkin karena hatiku belum merasa pantas untuk mengatakan kata “sayang” yang sama dengan yang kau katakana, Ibu. Karena bobot kata “sayang” itu sangatlah jauh berbeda. Kata sayang yang aku lontarkan mungkin bisa diibaratkan dengan hanya akan setara dengan minyak yang melayang diatas air karena massa nya lebih besar air yang mungkin diibaratkan setara dengan kata sayangmu.
Ibu, Hatiku memang sering teriris karena nasehat-nasehatmu yang selalu membuatku terpojok tapi melihat air yang menetes dari sela matamu, membuat hatiku teriris lebih dalam dan serasa luka iris itu tertabur dengan garam.perih.
Ibu, aku memang cengeng, tapi aku tau Ibu lebih cengeng dari aku karena aku tau Ibu selalu menitihkan air mata ditiap malam saat kau berhadapan dengan-Nya di solat malammu. Hanya Ibu yang menangis lebih banyak dariku.
Ibu, aku memang tidak dewasa, tapi aku tau Ibu lebih tidak dewasa karena aku tau Ibu ingin aku sayang, aku cium, aku peluk. Rasa yang diinginkan tiap anak kecil. Disayang.
Ibu, aku memang tidak realistis, tapi aku tau Ibu lebih tidak realistis karena aku tau Ibu menginginkan aku menjadi realistis dan tidak terkurung dalam angan-angan. Karena mungkin aku menjadi realistis adalah hal paling tidak realistis bagimu.
Tapi, Ibu , aku tau Ibu menahan untuk tidak memperlihatkan ketidak engengan, ketidakdewasaan,dan ketidakrealistisan Ibu saat di depanku. Hal itu sangatlah sulit Ibu. Hanya satu kata yang dapat melukiskanmu Ibu. TANGGUH.
Ibu Tangguh untuk menahan semua rasa kekecewaan Ibu terhadapku. Aku berterimakasih atas ketangguhan Ibu. Aku akan berusaha berkata-kata daripada hanya menulis. Andai Ibu membaca ini, aku harap Ibu mengerti atas sikapku selama 21 tahun ini. .Suatu saat nanti hatiku akan merasa pantas untuk mengutarakan kata-kata itu lewad mulutku. Suatu saat Ibu, tunggulah aku mengatakannya dengan sepenuh hatiku. . . .
Aku Sayang Ibu.
Perekat Hati......
Serpihan ini tlah menjadi satu
Tlah kutatakan serpihan kecil itu
Perih dan air mata yang menata semua serpihan kecil ini hingga tak kusadari semua tlah menyatu
Tangis saat kulihatnya hancur kini berbalik menjadi segaris senyum di bibirku
Ya, segaris itu tak hanya di bibir dan membingkai satu senyuman indah
Garis itu juga terukir jelas pada bingkai indah bekas serpihan yang tlah kutatakan
Walau indah itu nampak jelas tapi garis retak itu masih lebih terlihat jelas
Hanya segaris senyuman yang kutawarkan pada setiap orang
Namun, aku yakin mereka tak melihat garis itu pada serpihan hatiku yg tlah retak dan pernah hancur berkeping-keping...
Hhh, mereka takkan peduli tentang hatiku.
Takkan ada yang peduli.
Dan setelah lama serpihan itu utuh, kini retakan2 itu muncul lagi, sayang
Apa aku butuh perekat lagi untuk serpihan ini??
Tlah kutatakan serpihan kecil itu
Perih dan air mata yang menata semua serpihan kecil ini hingga tak kusadari semua tlah menyatu
Tangis saat kulihatnya hancur kini berbalik menjadi segaris senyum di bibirku
Ya, segaris itu tak hanya di bibir dan membingkai satu senyuman indah
Garis itu juga terukir jelas pada bingkai indah bekas serpihan yang tlah kutatakan
Walau indah itu nampak jelas tapi garis retak itu masih lebih terlihat jelas
Hanya segaris senyuman yang kutawarkan pada setiap orang
Namun, aku yakin mereka tak melihat garis itu pada serpihan hatiku yg tlah retak dan pernah hancur berkeping-keping...
Hhh, mereka takkan peduli tentang hatiku.
Takkan ada yang peduli.
Dan setelah lama serpihan itu utuh, kini retakan2 itu muncul lagi, sayang
Apa aku butuh perekat lagi untuk serpihan ini??
Silent L.O.V.E
cinta diam-diam itu lebih indah....
cinta diam-diam. cinta yang paling tulus.
taukah kamu, ketika kita mencintai seseorang secara diam-diam,
banyak hal yang kamu tau dari orang itu
tanggal ultahnya, kebiasaan-kebiasaannya, kata-kata yg sering ia lontarkan, kapan dia sarapan, kapan dian makan siang, kapan dia makan malam, dimana biasanya dia nongkrong, apa makanan kesukaannya, apa hobinya, dan kapan biasanya dia mulai merebahkan dirinya di kasur dan siap tertidur lelap
saat kamu mencintai seseorang dengan diam-diam. kamu berharap dia tidak mengetahui apa yang kamu rasakan. itulah cinta yang tulus. cinta yang tanpa pamrih.
saat kamu mencintai seseorang dengan diam-diam, kamu memutuskan untuk hanya memberi tanpa menerima. kamu berikan semua waktumu yang ada hanya untuk memikirkannya, semua energimu hanya untuk mencari tau hal lain apa tentang orang yang kamu cintai.
saat kamu mencintai seseorang dengan diam-diam. kamu memberikan ruang lebih di hatimu untuk dipenuhi olehnya. dan kamu menikmati setiap waktu demi dia.
saat kamu mencintai seseorang dengan diam-diam, saat itulah kamu mengerti apa itu cinta.
cinta diam-diam. cinta yang paling tulus.
taukah kamu, ketika kita mencintai seseorang secara diam-diam,
banyak hal yang kamu tau dari orang itu
tanggal ultahnya, kebiasaan-kebiasaannya, kata-kata yg sering ia lontarkan, kapan dia sarapan, kapan dian makan siang, kapan dia makan malam, dimana biasanya dia nongkrong, apa makanan kesukaannya, apa hobinya, dan kapan biasanya dia mulai merebahkan dirinya di kasur dan siap tertidur lelap
saat kamu mencintai seseorang dengan diam-diam. kamu berharap dia tidak mengetahui apa yang kamu rasakan. itulah cinta yang tulus. cinta yang tanpa pamrih.
saat kamu mencintai seseorang dengan diam-diam, kamu memutuskan untuk hanya memberi tanpa menerima. kamu berikan semua waktumu yang ada hanya untuk memikirkannya, semua energimu hanya untuk mencari tau hal lain apa tentang orang yang kamu cintai.
saat kamu mencintai seseorang dengan diam-diam. kamu memberikan ruang lebih di hatimu untuk dipenuhi olehnya. dan kamu menikmati setiap waktu demi dia.
saat kamu mencintai seseorang dengan diam-diam, saat itulah kamu mengerti apa itu cinta.
Langganan:
Postingan (Atom)

.jpg)

